Beli mobil di zaman now, yay or nay?

Jadi kemarin iseng-iseng ngobrol sama suami, masih perlu gak sih di era sekarang ini beli mobil? Setelah dihitung-hitung, financially, lebih bijak kalau tidak.

Sebelum kita break-down perhitungan untung ruginya, konteksnya demikian: untuk saat ini, mobil idaman saya at least seperti Honda H-RV, transmisi otomatis. Harga OTR di beberapa situs (minimal) 270jt. Untuk memudahkan perhitungan (dan mungkin karena saat ini kami mampunya segitu), anggap saja 250jt.

Opportunity cost: kalau uang segitu kita invest di properti, margin keuntungan per tahun 20%.
:1) 20% * 250jt = 50jt.

Bagaimana dengan kebutuhan transportasi harian?
: Yang commute tiap hari adalah saya dengan rute rutin ke tiga daerah saja: Rumah –> UM –> Poltek. Dengan menggunakan transportasi online (Go-car/Grab/Uber), AT MOST pengeluaran saya per-hari 75k. Per-tahun ada 48 minggu, per-minggu efektif kerja 5 hari (ini adalah hitungan yang paling kasar karena saya tidak menghitung waktu libur dan faktor-faktor lain).
2) 75k * 5 * 48 = 18jt

3) 50jt – 18jt = 32jt.

Maka: jika saya memutuskan untuk tidak beli mobil dan, instead, ‘memutar’ uang tersebut di properti, dalam setahun uang saya akan jadi 282jt.

Jika kita memfaktorkan biaya bahan bakar, perawatan rutin, asuransi, parkir, dan lain-lain yang oleh situs ini dihitung sejumlah 36,2jt per tahun (dan angka ini belum termasuk depresiasi nilai aset), maka menurut saya membeli mobil saat ini itu kontra-produktif.

Jadi, keputusannya sekarang: sudahlah, pakai motor+mobil yang lama atau naik Go-car/Grab/Uber saja.

Share this on...Share on Google+
Google+
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *