(not too) personal,  bits and pieces,  random thought

Jalan Kaki di Kota

Semenjak ada taksi online (Gojek dan Grab), kami jadi malas bawa mobil sendiri kemana-mana. Nyetirnya capek, susah cari parkir, belum lagi segala macam drama di jalan raya. Selain mudah dan jangkauannya luas, pakai taksi online juga lumayan lebih murah lah.

Tapi ada ga enaknya juga ya, kita ga begitu leluasa kalau mau ke beberapa tujuan sekaligus, apalagi yang jaraknya nanggung. Jadi kemarin kami dari Library Cafe di jalan Baluran, mau ke Javanine resto di ujung jalan Pahlawan Trip. Ga jauh sih, 1.5km-an, lumayan juga kalau jalan kaki. Tapi kemudian kita memutuskan, yuk deh jalan aja sekali-kali.

Buat Anda yang di luar negeri, silakan ngece, anggap kami lemah… hahahaha, karena memang sekarang ini di kota-kota besar di Indo, sudah ga ramah banget sama pejalan kaki. Dari keseluruhan kota, jalan yang ada trotoarnya bisa diitung. Semua habis dipakai untuk kendaraan. Makanya, orang juga malas jalan kaki, kan? Bahkan di desa pun, kalau mau ke ujung gang, lebih baik mereka naik motor. Budaya jalan kaki itu beneran tidak digalakkan.

So, waktu kemarin kita jalan kaki itu… semacam nemu revelation, how fun and new it was to just walk around the town (how sad, yah… hahaha). Apalagi di cuaca Malang sehabis hujan ya,… wah… adem dan seger banget.

So, kapan-kapan kita mau gitu lagi deh.

Share this on...Share on Google+
Google+
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: